Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenapa Ya Kurikulum Prototipe Dijadikan Sebagai Opsi Kurikulum? (Repost) Bag.2

Hai sahabat semuaπŸ˜ƒ, Apa kabar? Semoga semuanya senantiasa baik dan sehat-sehat selalu.πŸ˜ŠπŸ™. Oiya sahabat, pada edisi ini kita masih akan membicarakan tentang implementasi kurikulum prototipe. Yah, kita masih membahas seputar 'Kenapa Ya Kurikulum Prototipe Dijadikan Sebagai Opsi Kurikulum? Bukan langsung diterapkan aja secara langsung dan masif di seluruh sekolah-sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia?' Oh iya sahabat, postingan ini merupakan postingan kelanjutan dari edisi sebelumnya, yang bisa anda cek disini!

Sahabat semua, perubahan kerangka kurikulum tentu menuntut adaptasi oleh semua elemen sistem pendidikan. Dan tidak bisa tidak proses ini membutuhkan pengelolaan yang cermat sehingga menghasilkan dampak yang kita inginkan, yaitu perbaikan kualitas pembelajaran dan pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, Kemendikbudristek memberikan opsi kurikulum sebagai salah satu upaya manajemen perubahan.

Yuk, kita cermati secara garis besar tahapan perubahan kurikulumnya sebagai berikut:

  • 2019-2020: Evaluasi Kurikulum 2013
  • 2020-2021: Penyusunan kurikulum prototipe
  • 2021-2022: Uji coba terbatas dan perbaikan kurikulum prototipe melalui Program Sekolah Penggerak (SP) dan Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK)
  • 2022-2024: Perbaikan lebih lanjut melalui penerapan di Program SP, Program SMK PK, dan sekolah/madrasah lain yang berminat

Setelah kita cermati dengan seksama, perubahan kurikulum secara nasional baru akan terjadi pada 2024. Ketika itu, kurikulum prototipe sudah melalui iterasi perbaikan selama 3 tahun di beragam sekolah/madrasah dan daerah. 

Bukan hanya itu Sahabat, pada tahun 2024 akan ada cukup banyak sekolah/madrasah di tiap daerah yang sudah mempelajari kurikulum prototipe. Berbagai sekolah/madrasah tersebut bisa menjadi mitra belajar bagi sekolah/madrasah lain. 

Dengan kata lain, pendekatan bertahap ini memberi waktu bagi guru, kepala sekolah, dan dinas pendidikan untuk belajar. Proses belajar para aktor kunci ini penting karena proses belajar para aktor kunci tersebut menjadi fondasi transformasi pendidikan yang kita cita-citakan. 

Mari kita Ingat, tujuan perubahan kurikulum adalah untuk mengatasi krisis belajar (learning crisis). Kita ingin menjadikan sekolah sebagai tempat belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan. Sehingga, tujuan tersebut tak mungkin tercapai melalui perubahan kurikulum semata. Cita-cita ini mensyaratkan perubahan yang sistemik dari semua elemen atau komponen pendidikan yang ada.

"Oleh karena itulah, Kemendikbudristek juga mereformasi sistem evaluasi pendidikan (Asesmen Nasional menjadi elemen kunci di sini). Juga menata sistem rekrutmen dan pelatihan guru, menyelaraskan pendidikan vokasi dengan dunia kerja, mendampingi dinas-dinas pendidikan, dan melakukan penguatan anggaran dan kelembagaan," jelas Kepala BSKAP Kemendikbudristek, Bapak Anindito Aditomo 

Perubahan sistemik tersebut tentu tidak bisa terjadi dalam sekejap. Tahapan demi tahap perubahan kurikulum harapannya dapat memberi waktu yang memadai bagi seluruh elemen kunci sehingga fondasi untuk transformasi pendidikan kita dapat tertanam kukuh dan teguh.

Infografis:


Bagaimana menurut kalian Sahabat? Semoga upaya pemerintah Indonesia melalui Kemendikbudristek dapat mendukung pemulihan dan menanggulangi krisis pembelajaran di negeri kita tercinta, ya! Aamiin😊

Posting Komentar untuk "Kenapa Ya Kurikulum Prototipe Dijadikan Sebagai Opsi Kurikulum? (Repost) Bag.2"